Dakwan bisa dilakukan dengan banyak cara dan pendekatan kreatif. Itulah yang dilakukan Ardekani (33), seorang produsen film muda Muslim. Ia menayangkan video di situs blog untuk mengubah wajah Islam di masyarakat. Melalui video nya itu, ia berharap menjernihkan kesalahan konsep dan stereotip Islam.
“Bila mereka melakukan pendekatan defensif, mereka tak akan pernah bisa berbicara tentang banyak hal kecuali hal-hal yang dibenci orang-orang,” ujar Ali Ardekani.
Dalam blognya, Ardekani menyebut diri ‘Baba Ali’, seorang pria yang membawa pesan agama yang membedah dan mengecam kehidupan Muslim Amerika. Desainer situs web berusia 33 tahun ini telah menghasilkan sekitar 30 video di situs blog.
Komedi buatannya, Muslim While Flying, sebuah lelucon tentang perlakuan yang dialami warga Muslim di berbagai bandara di AS, telah memenangkan hadiah senilai 5.000 dolar.
Pada 2006, Ardekani memposkan sebuah video berjudul Who Hijacked Islam?, yang dilihat sekitar 350.000 di situs YouTube.
Dalam sebuah video lain, ia mengejek mahalnya biaya pernikahan orang Islam. “Orang Kristen menikah di gereja, Yahudi menikah di sinagog, orang Islam menikah di Hotel Hilton. Saya berbicara tentang hal-hal yang berkaitan dengan orang Islam,” ujarnya.
Bukan hanya Ardekani. Murad Amayreh, seorang sutradara film mu-da beragama Islam yang lain, juga ikut membuat sebuah video berjudul I Am a Muslim.
Film ini bahkan ditonton lebih dari dua juta orang sejak diposkan di situs internet pada 28 September lalu. Film ini membantah berbagai stereotip dengan seorang pria bernama Mohammad yang mewakili diri sebagai warga Amerika biasa.
Survei terbaru yang dilakukan Pew Research Center menunjukkan bahwa mayoritas orang Amerika hanya tahu sedikit tentang Islam. Pandangan masyarakat tentang Islam sangat dipengaruhi oleh media massa. Sekitar sepertiga responden mengaku bahwa sumber media massa sangat mempengaruhi pandangan mereka tentang Islam.
Para sutradara film Muslim mencoba mengikuti langkah Bill Cosby yang berhasil mengubah persepsi tentang orang Amerika keturunan Afrika dengan menggambarkan mereka sebagai orang biasa.
“Bahasa Arab kedengarannya asing dan menakutkan. Anda tidak tahu apa yang sedang terjadi. Atau mereka menunjukkan seorang wanita yang berjilbab, yang tak bisa berbicara dan seolah-olah ada asumsi bahwa bila ia berbicara, maka ia akan berkata tolong!” ujar Ardekani di apartemennya yang seluruh temboknya dihiasi berbagai ayat suci Al-Quran.
Pendapat ini juga disetujui Lena Khan. Ia ikut membuat beberapa video pendek di situs YouTube. Salah satu video hasil karya Khan adalah A Land Called Paradise, yang menunjukkan berbagai macam tanda yang dibawa orang Islam.
Satu tanda dibawa seorang remaja pria yang bertuliskan ‘Brokoli adalah jihad pribadi saya’. Jihad berarti perjuangan pribadi dan spiritual ketimbang berperang. Video ini juga ditonton hampir 250.000 orang dan memenangkan hadiah sebesar 20.000 dolar AS dalam kontes untuk memroduksi video. [iol/www.hidayatullah.com]
Komentar Terakhir